Posts

Showing posts with the label Anak

Tips Mengatasi Iritasi Kulit Pada Bayi dan Anak

Image
Dokumen pribadi Moms, pernah dong mengalami kulit anak terkena iritasi? Baik itu karena digigit serangga atau karena alergi. Suka kasian ya lihat merah-merah di sekitaran kulit anak..apalagi kalo iritasi ini terjadi pada bayi, duh lebih ga tega lagi ya... Hal yang perlu diperhatikan agar anak terhindar dari iritasi ini, moms bisa mengikuti saran berikut: 1. Pastikan tempat bermain anak bersih dari kotoran dan debu. 2. Tempat tidur bisa juga menjadi penyebab anak terkena iritasi, sebelum tidur bersihkan tempat tidur dengan mengibasnya terlebih dahulu, biasanya sih pakai sapu lidi atau biasa disebut kebat ya. 3. Pastikan juga baju-baju anak terhindar dari residu sabun/detergent, bekas sabun yang masih tersisa di baju bisa juga loh membuat iritasi pada kulit. Ketika mencuci pastikan bilasannya sudah terbebas dari sabun ya moms. 4. Sisa-sisa sabun mandi yang masih menempel pada kulit juga bisa menyebabkan iritasi, moms. Makanya, pastikan juga tidak ada lagi sabun yang ma...

Ketika Anak Mau Bersosialisasi Tapi Menolak Digendong, Aku Harus Bagaimana?

Image
Assalamu'alaikum... Kangeeeeennn sama blog tercinta ini. Lama ga nulis, sibuk pindahan dan adaptasi dengan tugas-tugas tambahan yang sekarang harus dikerjakan sendiri. Sudah ga tinggal dengan mertua artinya kita kembali mandiri... 😄 Hari ini pengen berbagi tentang perkembangan Umar, yang makin hari makin aktif, alhamdulillah.. Dokumen Pribadi Tapi ada satu sih yang bikin saya sebagai emaknya rada gemes, bukan soal keaktifannya tapi, soal rasa insecure nya terhadap orang lain. Di usia-usia Umar yang baru 15 bulan rasa trust (kepercayaan) terhadap orang lain memang masih terbatas, sesuai dengan teori perkembangan psikososial yang dikatakan om Erik Erikson. Bahwa pada masa ini bayi hanya mempercayai orang-orang yang dia anggap aman dan nyaman untuk dirinya. So seperti itu jugalah Umar, nempel sama emaknya dan bapaknya. Dulu usia 5 bulanan dia masih mau digendong sama siapa aja, mulai usia 10 bulan udah deh, mulai pilih-pilih dia. Anehnya, Umar ini tipe anak...

Review Popok Sekali Pakai Dengan Harga Terjangkau

Assalamu’alaikum, mommy-mommy kece.. Maaf yaa kali ini postingannya menyapa para ibu alias emak, maklum bahasannya kali ini tentang pospak alias popok sekali pakai. Di zaman yang serba instan ini semua kegiatan terbantu dengan produk-produk yang instan pula, lebih menghemat waktu, tenaga hmm kalo uang, ga juga sih yaa. Apalagi buat para pekerja yang memiliki aktifitas yang padat dan super padat, segala yang instan menjadi pilihan pertama untuk menunjang aktifitas. Mulai dari minuman instan, makanan instan, nah kalo untuk para emak popok instan (red: popok sekali pakai) juga membantu mereka untuk mempersingkat waktu dalam mengurus anak. Selain karena cara pemakaiannya yang simple, tinggal slup kayak pakai celana, memakai pospak juga ga membuat emak ribet nyuci jemur seperti menggunakan popok kain. Lebih hemat air dan sabun juga. Terlepas dari baik tidaknya pospak buat kesehatan si kecil, pospak ini masih jadi pilihan utama bagi para ibu terutama untuk ibu-ibu baru juga untu...

Perjalanan (tidak) Panjang Memiliki Momongan

Image
sumber: Unknown I. Dulu setelah menikah saya dan suami berharap bisa segera diberi momongan. Setiap bulan saya mantengin tanggal-tanggal datangnya “tamu”, tiap lewat beberapa hari selalu jadi momen yang bikin H2C(Harap-Harap Cemas), selalu ga sabaran pengen beli Test Pack (next baca: TP). Pernah sekali waktu telat 3 hari, lalu saya minta dibeliin TP ke suami, buru-buru pagi-pagi setelah bangun tidur ngecek dan....hhhh...GARIS SATU. Kecewa iya, sedih ya lumayan. Pernah juga dalam seminggu 2 kali ngetes saking penasarannya kok telatnya lama (siklus saya hampir ga pernah telat, paling beda-beda beberapa hari aja setiap bulannya), dan hasilnya tetap negatif. Pernah juga sekali waktu saya nangis waktu “si tamu” datang. Suami sih santai aja, beliau bilang, “ga usah dipikirin, santai aja keleess..” tapi ya namanya perempuan ya...tetep boo..dipikirin dan tiap haid datang saya selalu laporan ke suami dengan ekspresi sedih. Perlu diketahui, dari awal menikah saya sering sakit, buk...

KETIKA BULLYING BERUPA MITOS, DAN ORANG TUA KEHILANGAN KATA (Part 1)

Oleh: Elly Risman, Psi Direktur, Psikolog, dan Trainer Yayasan Kita dan Buah Hati Semoga Ayah Bunda sempat membaca tulisan saya yang lalu dan Anda punya waktu yang memadai untuk menyelam kedalam diri dan mengembara kemasa lalu untuk menemukan kira-kira anak kita termasuk Pelaku, Korban ataukah Penonton (P-K-P) dari tragedy Bullying yang terjadi di kehidupannya, di rumah, di lingkungan dekat, di sekolah atau ditempat lain. Semoga juga Anda sempat ngobrol atau dialog dengan pasangan Anda dan juga anak-anak anda untuk menemukan apa kira-kira dari hal-hal yang saya kemukakan menjadi penyebabnya. Mengapa kedua hal tersebut perlu? Menemukan anak kita P-K-P dan apa penyebabnya? Karena, entahlah karena malas berfikir atau kecenderungan dan kebiasaan menganggap enteng segala sesuatu dalam hidupnya, banyak sekali orang tua yang menganggap Bullying hanyalah MITOS!! Mereka beranggapan bahwa Bullying adalah: 1. Bagian dari tumbuh kembang anak sebagai bagian dari prosesnya menjadi menjad...

Masihkah Kita Peduli?

Image
Sumber foto: Google Saat ini banyak kita dengar berita tentang kekerasan yang dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya. Tidak tanggung-tanggung, anak yang masih masuk dalam kategori balita dan batita pun menjadi korban kekerasan orang tuanya. Seperti baru-baru ini di Garut, berita tentang seorang bayi yang masih berusia 3 bulan yang meninggal karena sengaja diduduki oleh ibu kandungnya. Korban bayi laki-laki yang tengah bermain sengaja disimpan di atas bantal dalam keadaan tengkurap, kemudian diduduki tersangka hingga satu jam, sampai akhirnya korban meninggal dunia. Kasus lainnya, di Bali seorang anak yang dikenal dengan sebutan baby J, dia dianiaya oleh ibu kandungnya sendiri. Kasus penyiksaan bayi J ini berawal dari beredarnya video di Facebook, yang diunggah akun bernama Eva Vega di Facebook. Video pertama berdurasi 34 detik itu menampilkan bayi J menangis sambil meronta-ronta karena dicubit dan dipukul oleh Mariana yang tak lain ibu kandungnya sendiri. Pada video ...

Degradasi Moral, Berawal Darimana?

Image
sumber gambar: http://www.insightsonindia.com S aat ini buanyaaakk banget berita tentang kebejatan yang dilakukan beberapa orang yg usianya bisa dibilang masih sangat muda. Misalnya, kasus Yuyun dan kasus balita yang meninggal akibat dicabuli. Belum lagi foto-foto pesta kelulusan yang super duper lebaaayy yang berseliweran di beranda. Atau ada juga foto salah satu murid saya dulu, yang sekarang masih duduk di bangku SMP, bersama (yang katanya pacarnya) mesraa abis..ih, kalah deh yang udah nikah. Gemes, iya. Enek, iyaa bangeett.

Jangan bilang 'Jangan' kepada anak?

Beberapa pengajaran cara mendidik anak mengatakan agar kita (sebagai orang tua) tidak mengatakan 'jangan' untuk melarang anak melakukan sesuatu yang membahayakan atau yang dianggap tidak pantas. Karena dikhawatirkan anak akan menjadi semakin penasaran dan malah melakukan hal yang dilarang tersebut.