Posts

Perjalanan (tidak) Panjang Memiliki Momongan

Image
sumber: Unknown I. Dulu setelah menikah saya dan suami berharap bisa segera diberi momongan. Setiap bulan saya mantengin tanggal-tanggal datangnya “tamu”, tiap lewat beberapa hari selalu jadi momen yang bikin H2C(Harap-Harap Cemas), selalu ga sabaran pengen beli Test Pack (next baca: TP). Pernah sekali waktu telat 3 hari, lalu saya minta dibeliin TP ke suami, buru-buru pagi-pagi setelah bangun tidur ngecek dan....hhhh...GARIS SATU. Kecewa iya, sedih ya lumayan. Pernah juga dalam seminggu 2 kali ngetes saking penasarannya kok telatnya lama (siklus saya hampir ga pernah telat, paling beda-beda beberapa hari aja setiap bulannya), dan hasilnya tetap negatif. Pernah juga sekali waktu saya nangis waktu “si tamu” datang. Suami sih santai aja, beliau bilang, “ga usah dipikirin, santai aja keleess..” tapi ya namanya perempuan ya...tetep boo..dipikirin dan tiap haid datang saya selalu laporan ke suami dengan ekspresi sedih. Perlu diketahui, dari awal menikah saya sering sakit, buk...

Ngopi Asik A la Busui (Ibu Menyusui)

Image
sumber foto: pribadi Kopi , ngopi saat ini bukan lagi hanya soal menikmati rasa dari kopi yang diseruput tetapi juga sudah menjadi bagian dari life style . Kebiasaan ngopi ini juga sudah menjamur di kalangan anak muda, jadi tidak ada cerita ngopi itu hanya dilakukan oleh orang-orang yang sudah tua. Sebagai penikmat kopi, saya sangat senang mencicipi berbagai jenis kopi, baik varian kopi susu, kopi dengan krimer maupun kopi hitam. Kebiasaan ngopi ini sudah saya lakukan sejak duduk di bangku sekolah. Biasanya lebih nikmat lagi kalau kopi panas ditemani dengan beberapa cemilan seperti, singkong rebus atau pisang goreng. Jadi tambah maknyus! . Berbicara tentang varian kopi, saya lebih suka meminum kopi dengan tambahan krimer atau susu, walaupun saya juga tetap suka kopi hitam. Nah, beberapa hari kemarin saya sedang suka minum kopi hitam. Kopi hitam ternyata bisa menjadi pilihan yang asik saat diminum di pagi hari. Nah, untuk rasa, saya suka kopi Kapal Api Mengapa? Ar...

Edisi Sok Bijak #1

Image
Bagi kebanyakan pasangan berpacaran, apalagi yg masih abegeh abegeh..menikah  adalah ujung dan tujuan dr kisah cinta. Padahal kebalikannya, menikah merupakan awal dr segalanya. Awal dr berjuang, awal dr menghadapi berbagai ujian cinta  # eaaa .. Menikah, ga semudah saat pacaran..ga semudah jalan bareng, makan bareng dan nonton bareng dan ketika sampai di rumah masing-masing yg kebayang cuma senengnya berdua bareng si doi. Saat menikah, adakalanya cueknya suami muncul, ga seperhatian saat pacaran. Asik dg dunianya sendiri, asik berduaan dg komputer/ laptop kesayangannya, akrab bermesraan dg games favoritnya atau terlihat lebih bahagia saat ngumpul dg temen-temennya. Saat menikah, adakalanya istri jadi seperti alarm jam waker, suaranya gangguuu (red.cerewet), jadi seperti anak kecil yg minta ini itu seolah ga pengertian dg kondisi suaminya, atau dia jadi terlihat sangat tidak menarik krn seharian berdaster, rambut acak-acakan, mata sayu dan jauh dr kata wangi parfum tp, yg ad...

KETIKA BULLYING BERUPA MITOS, DAN ORANG TUA KEHILANGAN KATA (Part 1)

Oleh: Elly Risman, Psi Direktur, Psikolog, dan Trainer Yayasan Kita dan Buah Hati Semoga Ayah Bunda sempat membaca tulisan saya yang lalu dan Anda punya waktu yang memadai untuk menyelam kedalam diri dan mengembara kemasa lalu untuk menemukan kira-kira anak kita termasuk Pelaku, Korban ataukah Penonton (P-K-P) dari tragedy Bullying yang terjadi di kehidupannya, di rumah, di lingkungan dekat, di sekolah atau ditempat lain. Semoga juga Anda sempat ngobrol atau dialog dengan pasangan Anda dan juga anak-anak anda untuk menemukan apa kira-kira dari hal-hal yang saya kemukakan menjadi penyebabnya. Mengapa kedua hal tersebut perlu? Menemukan anak kita P-K-P dan apa penyebabnya? Karena, entahlah karena malas berfikir atau kecenderungan dan kebiasaan menganggap enteng segala sesuatu dalam hidupnya, banyak sekali orang tua yang menganggap Bullying hanyalah MITOS!! Mereka beranggapan bahwa Bullying adalah: 1. Bagian dari tumbuh kembang anak sebagai bagian dari prosesnya menjadi menjad...

Masihkah Kita Peduli?

Image
Sumber foto: Google Saat ini banyak kita dengar berita tentang kekerasan yang dilakukan oleh orang tua terhadap anaknya. Tidak tanggung-tanggung, anak yang masih masuk dalam kategori balita dan batita pun menjadi korban kekerasan orang tuanya. Seperti baru-baru ini di Garut, berita tentang seorang bayi yang masih berusia 3 bulan yang meninggal karena sengaja diduduki oleh ibu kandungnya. Korban bayi laki-laki yang tengah bermain sengaja disimpan di atas bantal dalam keadaan tengkurap, kemudian diduduki tersangka hingga satu jam, sampai akhirnya korban meninggal dunia. Kasus lainnya, di Bali seorang anak yang dikenal dengan sebutan baby J, dia dianiaya oleh ibu kandungnya sendiri. Kasus penyiksaan bayi J ini berawal dari beredarnya video di Facebook, yang diunggah akun bernama Eva Vega di Facebook. Video pertama berdurasi 34 detik itu menampilkan bayi J menangis sambil meronta-ronta karena dicubit dan dipukul oleh Mariana yang tak lain ibu kandungnya sendiri. Pada video ...

Nasihat Diri

Image
Here we begin... Kadang Kita terlalu jauh menilai. Menilai teman yg kariernya lebih bagus padahal "minus" waktu sekolah dulu, sering ga ngerjain tugas, nyontek waktu ujian dan nyonteknyaaa sama Kita. Padahal, boleh jadi dia punya keahlian lain yg ga Kita miliki. Boleh jadi cara dia berkomunikasi dan membangun relasi lebih baik dr Kita dan memang karakter seperti dialah yg dicari perusahaannya. Kadang Kita terlalu jauh menilai. Menebak rumah tangga orang lain tidak harmonis, karena istrinya terlihat sering shopping, suaminya takut pada istri dan lain sebagainya. Padahal, boleh jadi sang istri bukan semata-mata shopping utk menyenangkan dirinya, tp dia suka membelikan hadiah utk orang tuanya, orang tua suaminya, adik-adiknya, keponakannya, kakak-kakaknya dan saudaranya yg lain Dan uang suaminya mencukupi utk itu dr usaha halalnya. Padahal, sang suami bukan takut pd istrinya melainkan dia menghormati dan menghargainya istrinya krn sadar istrinya sudah merawat dan mengur...

Nikmat Tuhanmu yang Manakah yang (coba) Kau Dustakan??!!

Image
Sebenarnya Kita hanya sedang ditakut-takuti. Takut akan kelaparan, takut akan kekurangan. Padahal, bukankah Allah telah menjamin rezeki dr setiap makhluk yang Dia ciptakan?! Dia yang menciptakan, Dia yang merawat, Dia yang melindungi. Akankah Dia sia-sia kan? Ga mungkin. Dia sebaik-baik penjaga dan pelindung. Bahkan jauh lebih baik dari diri Kita sendiri, jauh lebih baik dari orang tua Kita sendiri. Kita seringkali sok tau. "Jangan nikah muda, rawan cerai, nanti ga kecukupan (harta benda dll) dan bla bla bla..." "Anak jangan banyak-banyak, dua aja cukup, tiga lah paling banyak. Nanti berat biayainnya dan bla bla bla..." Ah, sok tau ah..!  😝 Padahal, berapa banyak orang yang nikah muda justru awet sampai maut memisahkan. Berapa banyak orang yang memiliki banyak anak dan semua sukses (ukuran dunia), sekolahnya lanjut semua, hidup berkecukupan walau orang tuanya ndak kaya. Jawabannya banyaaakk.. Kita banyak yang mengelak akan janji Allah. وَمَا مِن دَاب...